Read-only by default

DevOps Investigation, Reimagined.

GAEUL — Guided Agent for Evidence, Uptime & Logs.
AI-assisted DevOps agent untuk observability, troubleshooting, dan incident investigation berbasis evidence.

✓No infrastructure changes ✓Works with existing tools ✓Secure & evidence-first
GAEUL Agent live
Investigate high error rate on portal service.
Analyzing logs...
Checking system context...
Correlating events...
Summarizing evidence...
Incident Timeline
10:14Error rate increased
10:16Latency spike
10:18Container restarted
10:21Service recovered
Live Logs read-only
ERROR upstream returned 502
WARN healthcheck failed
INFO service recovered
INFO evidence correlated
GAEUL product visual

Evidence-driven analysis

Korelasikan log, runtime state, config, dan timeline untuk menemukan penyebab yang paling masuk akal.

Docker & server context

Pahami container, host, service, healthcheck, port, Compose, dan resource dalam satu percakapan.

Incident timeline

Bangun kronologi lintas log, Docker state, dan host event untuk memahami apa yang terjadi dan kapan.

Smart reporting

Ubah investigasi menjadi ringkasan operasional dan formal PDF report yang mudah dibagikan.

Works with
your stack
Linux Docker Compose Nginx systemd Node.js PHP Telegram
24/7 chat access
RO default mode
1→N evidence layers
Product experience

Less command hunting.
More operational context.

GAEUL menghubungkan pertanyaan natural dengan tool read-only yang sudah dibatasi, lalu menyusun jawaban dari evidence yang benar-benar ditemukan.

Evidence trace

Dari gejala ke kesimpulan yang bisa diperiksa.

Bukan sekadar menghasilkan jawaban. Setiap investigasi diarahkan ke target yang tepat, memakai sumber yang relevan, dan membedakan fakta dari asumsi.

gaeul · incident investigation read-only
01 resolve target → api-gateway-nginx
02 ✓ docker.inspect → exit_code=0, oom=false
03 ✓ docker.logs → graceful shutdown observed
04 ✓ host.timeline → shutdown correlated
05 ▲ actor → not proven
06 answer host shutdown is the strongest explanation
Natural multi-turn context

Paham “yang tadi”.

Follow-up tetap terikat pada target investigasi sehingga evidence antar-service tidak tercampur hanya karena nama container mirip.

Project discovery

Baca struktur project saat dibutuhkan.

Compose, Nginx, Dockerfile, package metadata, dan file host dapat diinspeksi lewat root yang memang diizinkan operator.

Telegram-first

Investigasi dari mana saja.

Private chat untuk operator, trusted group untuk kolaborasi read-only, mention/reply untuk menjaga noise tetap rendah.

How it works

Ask. Resolve. Inspect. Explain.

Empat langkah sederhana di permukaan, dengan tool orchestration di belakangnya.

01 / ASK

Tanya secara natural

Jelaskan gejala seperti sedang ngobrol dengan rekan DevOps.

02 / RESOLVE

Kunci target

Agent menentukan container, project, service, atau layer yang dimaksud.

03 / INSPECT

Kumpulkan evidence

Tool read-only membaca fakta dari Docker, host, config, file, dan network.

04 / EXPLAIN

Jelaskan batas kepastian

Fakta, dugaan kuat, dan hal yang belum terbukti dipisahkan dengan jelas.

Security model

Useful access.
Deliberate control.

Observability boleh cepat. Perubahan infrastruktur tidak boleh terjadi hanya karena model yakin.

Operator remains in control.

GAEUL tidak diberi arbitrary shell. Model hanya dapat memakai tool yang didefinisikan dan divalidasi di backend.

Read-only observability dapat berjalan otomatis, sedangkan write action dipisahkan dari proses diagnosis.

Confidence is not permission. Seyakin apa pun agent, otoritas operasional tetap milik operator.
✓
Read-only tool gateway Command, path, dan target divalidasi sebelum dieksekusi.
✓
Target-aware investigation Evidence dikunci ke target yang sudah di-resolve.
✓
Secret-aware access Konten sensitif dapat diblokir atau di-redact sebelum sampai ke model.
✓
Group access boundaries Private operator dan trusted group memiliki trust level yang berbeda.
Built together

Built by an operator,
shaped with AI.

GAEUL lahir dari kebutuhan nyata saat mengelola server dan incident, lalu dikembangkan melalui iterasi antara human judgment, engineering practice, dan AI-assisted reasoning.

RS
Operator

Rafli Sodri

Creator · Full-Stack Developer · Operator

Membangun GAEUL dari kebutuhan operasional sehari-hari: Docker, deployment, troubleshooting, server observability, dan incident response.

AI
Engineering Copilot

ChatGPT by OpenAI

Architecture · Reasoning · Debugging · Product Iteration

Membantu eksplorasi architecture, tool orchestration, safety design, debugging, reasoning flow, dan iterasi pengalaman produk.

Human judgment · AI assistance · Operational evidence
FAQ

Questions, answered.

Apakah GAEUL dapat menjalankan restart atau deploy?

Tidak sebagai bagian dari observability saat ini. Tool produksi difokuskan pada read-only inspection, sedangkan write action dirancang sebagai jalur terpisah dengan approval operator.

Apakah AI punya shell bebas ke server?

Tidak. Model hanya memanggil tool yang sudah didefinisikan backend. Command, path, dan target tetap dibatasi oleh gateway.

Apakah bisa digunakan dari Telegram group?

Bisa. Trusted group dapat di-allowlist dan natural chat tetap dipicu melalui mention atau reply agar bot tidak menyambar percakapan yang tidak ditujukan kepadanya.

Bagaimana kalau agent belum punya evidence yang cukup?

GAEUL harus membedakan fakta terverifikasi, dugaan kuat, dan bagian yang belum terbukti. Confidence tidak boleh diperlakukan sebagai fakta atau izin.

GAEUL

Less Noise.
More Answers.

Gunakan GAEUL sebagai AI-assisted operational layer untuk memahami server, container, config, dan incident tanpa harus memulai dari command hunting.